UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Peneliti Indonesia-Inggris Kolabroasi Bidang Riset dan Inovasi
unpi/kemenristek/BRIN • Jumat, 17 Januari 2020 13:36 Wib
Peneliti Indonesia-Inggris Kolabroasi Bidang Riset dan Inovasi
Sumber Foto : newtonfund.ac.uk
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menghadiri perhelatan Newton Prize 2019 di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta.

Kolaborasi riset dan inovasi Indonesia-Inggris dalam kerangka kerjasama Newton Fund dilakukan melalui upaya pendanaan bersama, untuk implementasi kolaborasi riset dan inovasi kelas dunia, yang tidak hanya berdampak global, namun juga memberikan  kontribusi secara nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Inggris.

"Melalui Newton Fund, jumlah kolaborasi riset dan inovasi, antara Indonesia dan Inggris telah meningkat pesat sejak tahun 2014 sampai dengan 2019," kata Menteri Bambang, seperti dikutip dalam rilis Kemenristek/BRIN di Jakarta, Kamis (16/1).

Pada saat menghadiri Newton Prize 2019 di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (14/1) Menteri Bambang mengungkapkan, sebanyak lima belas (15) program kolaborasi riset dan inovasi telah dikalankan, dari sebanyak 22  proposal penelitian. "Selain itu, lebih dari 200 peneliti dan pegiat Iptek dan Inovasi yang tergabung dalam 100 institusi penelitian dan pendidikan tinggi di Inggris dan Indonesia, mendapatkan fasilitasi kemitraan yang didanai oleh Newton Fund tersebut," ujar Menteri Bambang.

Sebanyak 5 (lima) kolaborasi riset Indonesia-Inggris berhasil masuk seleksi Newton Prize 2019 untuk kategori Country Prize, antara lain:

1. Meningkatkan Kehidupan Perempuan Melalui Perencanaan Kota yang Lebih Baik: Politik Ekonomi Keseharian Berbasis Gender dalam Penggusuran Kamping dan Resetelmen Penduduk di Jakarta. Proyek ini dipimpin oleh Dr. Chusnul Mariyah dari Universitas Indonesia dan Dr. Juanita Elias dari University of Warwick.

2. Meningkatkan Kualitas Diagnosis Tuberkulosis: Pengembangan Diagnosis Serologi Aspergillosis Kronis dan Histoplasmosis Kronis di Indonesia. Proyek ini dipimpin oleh Prof. Retno Wahyuningsih dari Universitas Indonesia dan Prof. David W. Denning dari _Manchester University. 3) Mencegah Penyebaran Penyakit Menular: Dinamika Transmisi dan Epidemiologi Molekular Arbovirus di Indonesia. Proyek ini dipimpin oleh Dr. Tedjo Sasmono dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Prof. Simon Frost dari Cambridge University.

4. Tepung Tempe dapat Mengurangi Resiko Dimensia: Tempe untuk Meningkatkan Daya Ingat pada Lansia dengen Demensia (TIME). Proyek ini dipimpin oleh Prof. Tri Budi Rahardjo dari Universitas Respati Indonesia dan Prof. Eef Hogervorst dari Loughborough University, dan 5) Membangun Ketahanan Masyarakat Pesisir: Pengarustamaan Strategi Pengurangan Resiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Terpadu ke dalam Kebijakan Pengembangan Aglomerasi Perkotaan Pesisir. Proyek ini dipimpin oleh Dr. Harkunti Rahayu dari Institut Teknologi Bandung dan Prof. Richard Haigh dari University of Huddersfield.

Selain itu, terdapat 1 (satu) finalis untuk kategori Chair’s Prize yang akan diumumkan di London, Inggris pada 12 Februari 2020 dengan judul penelitian Pemeliharaan Jembatan untuk Komunitas yang Saling Terkoneksi dan Sejahtera: Pengembangan Sistem Pemantauan Jembatan dan Peringatan Dini yang Hemat Energi dengan Harga yang Terjangkau, Menggunakan Jaringan Sensor Nirkabel dan Sistem Multi Agent. Proyek ini dipimpin oleh Prof. Bambang Riyanto Trilaksono dari Institut Teknologi Bandung dan Dr. Dina Shona Laila dari University of Conventry. Kategori Chair’s Prize akan menyandingkan para finalis kolaborasi peneliti Indonesia-Inggris dengan finalis kolaborasi Filipina-Inggris dan Tiongkok-Inggris.

Pemenang Newton Prize 2019 untuk kategori Country Prize, sebagaimana diumumkan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, adalah kolaborasi penelitian Dr. Harkunti Rahayu dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Prof. Richard Haigh dari University of Huddersfield, dengan judul penelitian Membangun Ketahanan Masyarakat Pesisir: Pengarustamaan Strategi Pengurangan Resiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Terpadu ke dalam Kebijakan Pengembangan Aglomerasi Perkotaan Pesisir.

Bersama dengan tim peneliti, Dr. Harkunti Rahayu dan Prof. Richard Haigh telah mengembangkan strategi baru untuk melindungi rumah, bisnis dan infrastruktur di daerah perkotaan pesisir dengan lebih baik. Tim ini memadukan dua pendekatan berbeda, yaitu pengurangan resiko bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan tujuan mengembangkan strategi baru terpadu yang dapat dimasukkan ke dalam rencana pembangunan Indonesia. Hasil penelitian ini dapat disesuaikan untuk digunakan di negara dan wilayah lain yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, termasuk di Inggris.

Dana yang diberikan untuk pemenang penelitian kategori Country Prize ini mencapai dua ratus ribu poundsterling (setara 3,5 miliar rupiah) di setiap negara, sementara untuk pemenang pada penelitian kategori Chair’s Prize sebesar  lima ratus ribu poundsterling (setara 9 miliar rupiah).

"Keberhasilan kemitraan sains dan teknologi Inggris-Indonesia, yang kami dukung melalui program  Newton Fund, telah membawa perubahan besar dalam hubungan kedua negara dalam bidang riset dan inovasi. Newton Fund telah berhasil memfasilitasi riset berskala internasional dan mempersatukan ilmuwan-ilmuwan terbaik dari berbagai bidang," ujar Heather Wheeler, UK Minister for Asia and the Pacific, menambahkan.
Berita Terkini
Kemendikbud Dorong Kampus dalam Negeri Pertukaran Mahasiswa
Jumat, 21 Februari 2020 15:00 Wib • unpi/republika
LL DIKTI Jalankan Kebijakan Merdeka Belajar Tingkatkan Kualitas PTS
Jumat, 21 Februari 2020 13:52 Wib • unpi/antaranews
Mengenal Tipe Konsumen Digital
Jumat, 21 Februari 2020 12:45 Wib • unpi/antaranews
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Mengenal Tipe Konsumen Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:45 Wib
Indonesia Masih Impor SDM Analis Data
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 11:12 Wib
3.000 Peserta Siap Adu Talenta Digital
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:45 Wib
Sosial +
Sensus 2020 Buka Peluang Sukses Kaum Milenial
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Menaker segera Petakan Lapangan Kerja Masa Depan
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Pendidikan +
Kemendikbud Dorong Kampus dalam Negeri Pertukaran Mahasiswa
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
LL DIKTI Jalankan Kebijakan Merdeka Belajar Tingkatkan Kualitas PTS
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:52 Wib
Kemendikbud Targetkan 818 Ribu Mahasiswa Terima KIP Kuliah
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:59 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris