UNPI-CIANJUR.AC.ID - Pekan ini, Iran kembali memamerkan pangkalan rudal bawah tanah yang baru. Rudal balistik presisi tinggi terbaru yang dijuluki Emad, dan diklaim dapat membawa hulu ledak nuklir diperlihatkan dalams siaran televisi milik negara itu. Apabila benar, maka resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2010, telah dilanggar Iran.
Di tengah persiapan AS untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Teheran akibat uji coba rudal Iran pada Oktober lalu juga dianggap melanggar sanski PBB karena dapat membawa hulu ledak nuklir, langkah Iran untuk kembali mempublikasikan program rudal tampaknya sengaja untuk membuat Amerika Serikat jengkel.
Ketua parlemen, Ali Larijani, pada Selasa (5/12015), meresmikan fasilitas rudal bawah tanah ini seperti diperlihatkan kantor berita Tasnim dan siaran televisi milik negara tersebut.
Fasilitas rudal ini diduga terletak di sebuah pegunungan yang dijaga ketat oleh Garda Revolusi Iran.
Sanksi baru terhadap Iran, baik kepada individu maupun kepada perusahaan yang terkait dengan program rudal Iran, akan diberikan Washington untuk menanggapi uji coba rudal Emad tersebut.
Iran menerima sejumlah pembatasan lainnya yang terkait dengan program nuklirnya. Iran juga mematuhi ketentuan utama dari kesepakatan nuklir tersebut, yakni dengan melepaskan material yang dikhawatirkan dapat digunakan untuk membuat bom atom.
Namun, perintah Presiden Iran, Hassan Rouhani untuk memperluas program rudal diberikan pada menteri pertahanannya.
Pangkalan rudal Iran dan fasilitas bawah tanah mereka begitu penuh, mereka tidak tahu di mana mereka akan menyimpan rudal baru mereka, kata Wakil Kepala Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Hossein Salami.