UNPI-CIANJUR.AC.ID - Saat banyak orang gencar menggunakan media sosial, Sean Parker, yang merupakan salah seorang pendiri Facebook, mengaku kaget sendiri pada jejaring sosial yang turut ia ciptakan.
"Hanya Tuhan yang tahu apa dampak media sosial terhadap otak anak-anak kita."
Pandangan di atas bukan dikemukakan oleh orang yang kurang informasi, namun oleh seseorang yang turut bertanggung jawab membangun Facebook hingga menjadi raksasa media sosial. Sean Parker menyatakan kekhawatiran serta kritik atas jejaring sosial tersebut dan mengaku tidak tahu yang sedang dia lakukan saat menciptakan jejaring Facebook.
"Dasar pikiran untuk membangun aplikasi-aplikasi ini, dan Facebook yang pertama, adalah tentang: 'Bagaimana kita menghabiskan waktu Anda dan perhatian Anda sebanyak-banyaknya?'" kata Parker.
"Itu artinya kami perlu membuat Anda kecanduan dari waktu ke waktu, yang diakibatkan orang menyatakan suka pada unggahan Anda, atau memberikan tanggapan, apa saja. Dan itu akan membuat Anda menambah konten lagi, seterusnya membuat Anda memperoleh lebih banyak lagi like dan komentar."
Parker pertama kali dikenal berkat layanan berbagi file, Napster yang diciptakannya.
Mengenai kebiasaannya sendiri, Parker mengatakan bahwa dia tidak lagi menggunakan media sosial karena "terlalu banyak waktu terbuang".
Namun, dia mengatakan masih memiliki akun di Facebook. "Jika Mark mendengar ini mungkin dia akan menghapus akun saya," candanya.
Facebook sendiri belum menanggapi hal ini saat dimintai keterangan oleh BBC. "Saya menggunakan media sosial, saya tak akan membiarkan media sosial yang memanfaatkan saya," kata Parker.