UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Ahli Vulkanologi: Ada Potensi Penularan Erupsi Gunung Api
unpi/cnnindonesia • Kamis, 16 Januari 2020 10:06 Wib
Ahli Vulkanologi: Ada Potensi Penularan Erupsi Gunung Api
Sumber Foto : m.dailyhunt.in
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengakui ada beberapa kasus bahwa erupsi gunung api saling berkaitan, meskipun kasusnya tidak banyak.

Kaitan ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Mitigasi PVMBG Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana menanggapi isu kaitan erupsi berdekatan Gunung Taal di Filipina, Gunung Shintake di Jepang, dan Gunung Popocatepetl di Meksiko dalam kurun waktu 72 jam.

"Umumnya tidak berkaitan. Memang ada beberapa kasus gunung api (tidak banyak) yang berkaitan, biasanya itu gunung api yang berdekatan, tidak berjauhan. Tapi gunung api yang berdekatan sekalipun justru lebih banyak kasus yang tidak berkaitan," ujar Devy.

Devy menjelaskan beberapa jurnal Internasional pernah menunjukkan adanya keterkaitan beberapa gunung api terkait waktu erupsi. Misalnya Gunung Katmai dan Novarupta di Amerika Serikat, Karymsky dan Akademia Nauk di Rusia atau Fuego dan Agua di Guatemala.

"Ini contoh yang ada indikasi berkaitan, tapi sedikit sekali kasusnya, lebih banyak kasus yang tidak berkaitan. Apalagi kalau gunungnya berjauhan, belum ada contohnya yang secara ilmiah terbukti berkaitan," ujar Devy, dilansir CNNIndonesia.

Ahli vulkanologi Surono, di sisi lain menjelaskan letusan Gunung Merapi pada 2010 tidak menular ke gunung api, seperti Gunung Slamet. Surono mengatakan erupsi ketiga gunung yang hampir bersamaan tersebut hanya kebetulan.

"Jadi tiga gunung api meletus bersamaan hanya kebetulan saja dan itulah kepastian alam yg kita lihat saat ini. Tidak usah takut khawatir, karena tidak mungkin gunung api di Indonesia meletus karena tertular Gunung Taal," kata Surono.

Devy kemudian menjelaskan gunung api telah mengalami erupsi jauh sebelum manusia berjalan di bumi. Oleh karena itu, ia menyarankan agar manusia sebagai 'tamu' di bumi harus bisa menyesuaikan diri dan  beradaptasi dengan lingkungan.

"Kita bisa mengambil manfaat dari gunung api seperti tanah yang subur, udara yang segar, pemandangan yang indah, air mineral yang melimpah, dan lain-lain," kata Devy.

Devy mengatakan manusia harus mencari tahu dan mengenal potensi ancaman dan bersiap menghadapi bahaya. Caranya adalah dengan agar selalu mengikuti arahan atau rekomendasi dari PVMBG maupun pemerintah daerah dan instansi terkait.

Masyarakat juga membiasakan diri membaca informasi gunung api yang tersaji di aplikasi MAGMA Indonesia atau melalui website PVMBG.

"Tapi kita juga di saat kondisi krisis perlu menghindari atau menjauhi kawasan rawan bahaya yang direkomendasikan, bergeser sementara, karena toh erupsi gunung api durasinya sebentar jika dibandingkan dengan lamanya gunung api itu memberi manfaat kepada manusia," lanjutnya.
Berita Terkini
Kemendikbud Dorong Kampus dalam Negeri Pertukaran Mahasiswa
Jumat, 21 Februari 2020 15:00 Wib • unpi/republika
LL DIKTI Jalankan Kebijakan Merdeka Belajar Tingkatkan Kualitas PTS
Jumat, 21 Februari 2020 13:52 Wib • unpi/antaranews
Mengenal Tipe Konsumen Digital
Jumat, 21 Februari 2020 12:45 Wib • unpi/antaranews
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Mengenal Tipe Konsumen Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:45 Wib
Indonesia Masih Impor SDM Analis Data
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 11:12 Wib
3.000 Peserta Siap Adu Talenta Digital
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:45 Wib
Sosial +
Sensus 2020 Buka Peluang Sukses Kaum Milenial
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Menaker segera Petakan Lapangan Kerja Masa Depan
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Pendidikan +
Kemendikbud Dorong Kampus dalam Negeri Pertukaran Mahasiswa
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
LL DIKTI Jalankan Kebijakan Merdeka Belajar Tingkatkan Kualitas PTS
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:52 Wib
Kemendikbud Targetkan 818 Ribu Mahasiswa Terima KIP Kuliah
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:59 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris