UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Cegah Radikalisme dan Intoleransi di Lembaga Pendidikan
unpi/antaranews • Kamis, 16 Januari 2020 13:34 Wib
Cegah Radikalisme dan Intoleransi di Lembaga Pendidikan
Sumber Foto : tempo.co
UNPI-CIANJUR.AC.ID - Pengamat terorisme Stanislaus Riyanta mengingatkan penanaman sikap radikalisme dan intoleransi di lembaga pendidikan harus dicegah karena anak-anak dan remaja yang masih rentan menjadi target dari propaganda narasi radikal.

"Aktivitas dalam lembaga pendidikan yang mengandung narasi-narasi radikal untuk mendorong perilaku intoleran dengan cepat diterima oleh anak-anak," katanya.

Selanjutnya, anak-anak tersebut akan menganggap intoleran dan radikalisme sebagai kebenaran dan wajar jika dilakukan sehingga tidak perlu kaget apabila saat ini sudah terjadi aksi terorisme dengan pelaku berusia remaja, katanya, dilansir Antaranews.

Stanislaus mengingatkan kasus yang baru saja terjadi di Yogyakarta ketika seorang pembina Pramuka dari Gunung Kidul yang menjadi peserta Kursus Mahir Lanjut (KML) Pramuka mengajarkan kepada anak-anak yel-yel dan tepukan rasis yang menyebut kata kafir.

Beberapa kasus lain juga hampir serupa, katanya, misalnya intimidasi dari oknum pengurus Rohis di SMA Negeri 1 di Gemolong, Sragen, kepada seorang siswi karena tidak berhijab.

Pernah juga, bendera mirip dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dikibarkan oleh pengurus Rohis SMK Negeri 2 Sragen di halaman sekolah tersebut, tambahnya.

Ia miris menilai kasus-kasus itu sebab paham radikal dan intoleran diajarkan kepada anak-anak di lembaga pendidikan dan menunjukkan bahwa radikalisasi sudah terjadi secara sistematis.

"Pelaku-pelakunya memanfaatkan lembaga pendidikan karena bisa dilakukan dengan intens dengan relasi kuasa dan memanfaatkan kebutuhan figur bagi anak-anak," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah, terutama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama, harus tegas menyikapi hal tersebut sebab propaganda narasi radikal sering kali dikemas sebagai ajaran agama.

"Materi-materi pendidikan termasuk ajaran agama harus dipastikan tidak menimbulkan perpecahan atau bertentangan dengan ideologi Pancasila dan prinsip kebinekaan," katanya.

Dalam dunia pendidikan, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, lanjut dia, harus ditegaskan substansi dan materi yang ditransfer kepada anak didiknya bebas dari doktrinasi radikal dan intoleran.

Sikap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kata Stanislaus, patut menjadi rujukan, yakni memberikan peringatan bagi siapa pun yang mencoba memasukkan paham radikal di lembaga pendidikan di Jateng maka sanksi pemecatan siap menanti.

Tanpa sikap tegas untuk mencegah maka ruang untuk doktrinasi paham radikal dan sikap intoleran menjadi makin luas.

"Jika dalam beberapa tahun ke depan muncul aksi teror oleh remaja, salah satu penyebabnya adalah pemimpin saat ini yang melakukan pembiaran bibit radikalisme tersebut menjadi subur," katanya.
Berita Terkini
Kemendikbud Dorong Kampus dalam Negeri Pertukaran Mahasiswa
Jumat, 21 Februari 2020 15:00 Wib • unpi/republika
LL DIKTI Jalankan Kebijakan Merdeka Belajar Tingkatkan Kualitas PTS
Jumat, 21 Februari 2020 13:52 Wib • unpi/antaranews
Mengenal Tipe Konsumen Digital
Jumat, 21 Februari 2020 12:45 Wib • unpi/antaranews
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Provinsi Jawa Barat Raih Swasti Saba 2017
Rabu, 29 Nopember 2017 12:00 Wib • glg/infopublik
Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran
Jumat, 17 Februari 2017 09:21 Wib • glg/antara
Olahraga +
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Meski Puasa Intensitas Olahraga tak Perlu Dikurangi
unpi/republika • Senin, 13 Mei 2019 16:00 Wib
Lalu Zohri, Manusia Tercepat Asia Tenggara
unpi/cnnindonesia • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Politik dan Hukum +
Mahfud MD: Milenial Rugi kalau Tidak Memilih
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 14:14 Wib
Pelajar Indonesia Tempuh 13 jam Perjalanan untuk Pemilu di Moskow
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 11:20 Wib
Kemenpora: Generasi Milenial jangan Golput
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 09:10 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Mengenal Tipe Konsumen Digital
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 12:45 Wib
Indonesia Masih Impor SDM Analis Data
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 11:12 Wib
3.000 Peserta Siap Adu Talenta Digital
unpi/medcom.id • Selasa, 23 April 2019 14:45 Wib
Sosial +
Sensus 2020 Buka Peluang Sukses Kaum Milenial
unpi/kemkominfo • Selasa, 23 April 2019 10:00 Wib
Menaker segera Petakan Lapangan Kerja Masa Depan
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
Pendidikan +
Kemendikbud Dorong Kampus dalam Negeri Pertukaran Mahasiswa
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 15:00 Wib
LL DIKTI Jalankan Kebijakan Merdeka Belajar Tingkatkan Kualitas PTS
unpi/antaranews • Selasa, 23 April 2019 13:52 Wib
Kemendikbud Targetkan 818 Ribu Mahasiswa Terima KIP Kuliah
unpi/republika • Selasa, 23 April 2019 10:59 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris