UNPI • UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
Fakta Mengejutkan tentang Sabun Antibakteri
glg/fox • Senin, 28 Desember 2015 15:49 Wib
Fakta Mengejutkan tentang Sabun Antibakteri
Sumber Foto :

UNPI-CIANJUR.AC.ID - Sabun pencuci tangan yang mengandung bahan kimia tertentu yang digembar-gemborkan bisa membunuh kuman berbahaya ternyata manfaatnya tidak lebih baik dari sabun biasa. Riset menyimpulkan bahwa sabun antibakteri baru efektif membunuh kuman melampaui sabun biasa setelah digunakan selama 9 jam.

Bahan kimia antibakteri seperti triclosan sudah lama menjadi bahan dasar umum yang digunakan pada sabun antibakteri dan telah digunakan oleh jutaan orang dengan jumlah total penjualan mencapai 1,4 miliar dollar AS setiap tahunnya hanya di Amerika Serikat. Namun, studi terbaru yang menghubungkan resistensi antibiotik dengan masalah hormon justru memicu dilakukannya evaluasi atau kajian ulang dari otoritas Keselamatan Makanan dan Obat AS (FDA).

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Kemoterapi Antimikrobial melaporkan bahwa kebiasaan mencuci tangan dengan sabun antibakteri ternyata tidak memberikan perbedaan yang signifikan dalam memberikan perlindungan dari kuman sebagaimana mencuci tangan dengan sabun biasa.

Bahkan, penelitian menunjukkan, zat kimia pembunuh bakteri seperti triclosan hanya akan efektif setelah digunakan selama 9 jam. Namun, jika kurang dari 6 jam, maka tidak memberikan perbedaan nyata di antara kedua sabun itu, untuk meneliti kemampuan zat triclosan dalam membunuh kuman, tim peneliti menempatkan 20 strain bakteri berbahaya, termasuk di antaranya Escherichia coli, Listeria monocytogenes,dan Salmonella enteritidis, di cawan petri yang kemudian diberikan sabun antibakteri dan sabun biasa.

Sampel dari percobaan ini kemudian dipanaskan ke suhu 22 atau 40 derajat celsius untuk menyimulasikan paparan dari udara panas atau air hangat selama 20 detik, durasi yang dianjurkan WHO dalam mencuci tangan. Tim peneliti ini kemudian menyebarkan bakteri itu pada tangan 16 orang dewasa yang sudah dilarang menggunakan sabun pencuci tangan antibakteri selama setidaknya satu minggu.

Mereka kemudian diminta untuk mencuci tangan mereka selama 30 detik dengan menggunakan sabun antibakteri atau sabun biasa dengan air bersuhu 4 derajat celcius.

Untuk keseluruhan tes ini, peneliti menggunakan sabun antibakteri yang mengandung 0,3 persen triclosan,batas maksimum kandungan triclosan yang dibolehkan di Uni Eropa, Kanada, Australia, China, dan Jepang, kata peneliti utama Min Suk Rhee dari Universitas Korea di Seoul.

Peneliti mendapati tidak ada perbedaan signifikan antara sabun antibakteri dan sabun biasa. Mereka kemudian memutuskan untuk melihat apakah merendam tangan dalam sabun antibakteri akan menunjukkan hasil berbeda. Setelah dilakukan perendaman, ternyata diketahui bahwa sabun yang mengandung triclosan baru bekerja lebih efektif setelah 9 jam digunakan. Para peneliti menilai ini merupakan jangka waktu yang sangat lama bagi orang untuk mencuci tangan.

Dengan temuan ini, para peneliti mendesak agar konsumen diberikan kesadaran bahwa sabun antibakteri tidak menjamin perlindungan kuman. Tindakan pemasaran yang menggembar-gemborkan efektivitastriclosan harus dilarang karena dapat membingungkan konsumen.

Sejumlah produsen pembuat sabun bahkan telah berhenti menggunakan triclosan. Kini hanya tersisa 13 dari 53 sabun antibakteri yang diteliti pada tahun 2014 yang masih mengandung bahan kimia. 

Menurut data tahun 2009 dari Skema Pemberitahuan dan Penilaian Industri Kimia Nasional, triclosan di Australia umumnya digunakan pada produk perawatan tubuh, kosmetik, produk obat, dan bahan pembersih.

Bahan kimia yang tidak diproduksi di Australia ini memiliki toksisitas oral dan dermal akut rendah pada hewan, tetapi bukti menunjukkan toksisitas yang lebih tinggi ketika dihirup.

Risiko umum dari keracunan triclosan akibat menghirupnya antara lain kulit, mata, atau iritasi pernapasan ringan karena kadar konsentrasi triclosan pada produk kosmetik dan perawatan pribadi sangat kecil, begitu juga pada industri tekstil dan produk plastik.

Jika tidak digunakan berlebihan, risiko orang dewasa dan anak-anak keracunan triclosan yang dapat mengakibatkan efek kesehatan kronis sangat rendah.

Berita Terkini
KUNJUNGAN BALASAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS JAYABAYA  KE FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Minggu, 04 Februari 2024 23:20 Wib • HUMAS UNPI
KUNJUNGAN BALASAN UNIVERSITAS PASUNDAN  (UNPAS) BANDUNG KE UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Minggu, 21 Januari 2024 00:22 Wib • Humas UNPI
SAFARI KAMPUS SMA AL – MA’MOEN KE- UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Selasa, 12 Desember 2023 15:00 Wib • Humas UNPI
Berita Populer
Apa itu STEM (Science Technology Engineering Math)?
Jumat, 24 Agustus 2018 09:15 Wib • unpi/Lifewire
Perguruan Tinggi Swasta Diimbau Terapkan Belajar Jarak Jauh
Senin, 16 Maret 2020 09:03 Wib • unpi/republika
Olahraga +
MAHATALA EKSPEDISI 12 PUNCAK GUNUNG DALAM HUT CIANJUR KE-346
Humas YPYMT/UNPI • Rabu, 02 Agustus 2023 19:35 Wib
Menpora Apresiasi Atlet Indonesia yang Berlaga di Olimpiade Tokyo
unpi/berita satu • Jumat, 30 Juli 2021 12:00 Wib
Awal Mula Kejuaraan Dunia Balap Motor Terbentuk
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 14:17 Wib
Politik dan Hukum +
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI PERATURAN BAWASLU DAN PRODUK HUKUM NON PERATURAN BAWASLU
HUMAS UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 17:57 Wib
 Pentingnya Paten Bagi Sebuah Penemuan
unpi/republika • Jumat, 14 Juni 2019 16:56 Wib
Mahasiswa harus menjadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang
unpi/antaranews • Jumat, 14 Juni 2019 12:40 Wib
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi +
Kisah Terciptanya Bolpoin yang Menoreh Sejarah Dunia Tulis-Menulis
unpi/nationalgeograpi • Jumat, 14 Juni 2019 12:00 Wib
6 Cara Meningkatkan Kecerdasan Menurut Sains
unpi/kompas.com • Jumat, 14 Juni 2019 11:00 Wib
Dengan Memaksimalkan Dunia Digital, Gunakan Media Sosial Jadi Personal Branding
UNPI/REPUBLIKA.CO.ID • Jumat, 14 Juni 2019 16:49 Wib
Sosial +
KOLABORASI KEGIATAN TRAUMA HEALING DAN PSIKOSOSIAL UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR BERSAMA UNIVERSITAS JAYABAYA
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 17:00 Wib
PENANDATANGANAN MEMORENDUM OF AGREEMENT (MOA) FIKOM UNPI X FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS JAYABAYA
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 18:00 Wib
KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNPI 2022
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 17:00 Wib
Pendidikan +
KUNJUNGAN BALASAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS JAYABAYA  KE FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
HUMAS UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 23:20 Wib
KUNJUNGAN BALASAN UNIVERSITAS PASUNDAN  (UNPAS) BANDUNG KE UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 00:22 Wib
SAFARI KAMPUS SMA AL – MA’MOEN KE- UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA (UNPI) CIANJUR
Humas UNPI • Jumat, 14 Juni 2019 15:00 Wib

PROGRAM STUDI UNPI

Universitas Putra Indonesia, saat ini memiliki 4 fakultas

FAKULTAS EKONOMI
Menyiapkan sarjana di bidang manajemen yang mampu mengelola perusahaan dalam proses pemasaran, sumber daya manusia serta mampu menyelesaikan masalah perusahaan.
FAKULTAS TEKNIK
Menyiapkan sarjana dalam bidang teknik yang mampu menguasai dan menyelesaikan masalah dengan komputer dan berperan sebagai pembuat perangkat lunak komputer
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Menyiapkan sarjana yang mampu mencari, mengolah, menulis dan menyampaikan berita secara efektif melalui media massa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik
FAKULTAS SASTRA
Menyiapkan Sarjana dalam bidang Sastra Inggris yang mampu mengembangkan lembaga kerja yang menggunakan komunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris